Markus 14:3-9 | | | Pdt. Paulus Surya |
Seseorang yang benar-benar mengasihi Tuhannya (yang telah mengasihinya terlebih dahulu), akan berani melakukan tindakan-tindakan kasih bagi Tuhannya. Maria, saudara Martha dan Lazarus, mengasihi Tuhan Yesus sehingga ia berani melakukan tindakan-tindakan kasih bagi Yesus. Tindakan-tindakan kasih apa saja yang dapat kita lakukan bagi Tuhan kita yang telah mati dan bangkit bagi kita?
Memberi yang terbaik (ayat 3, 5, 8)
Maria memberikan kepada Tuhan Yesus minyak Narwastu. Minyak ini bernilai lebih dari 300 dinar. Jika dikurs ke dollar Australia maka kira-kira sebesar $30,000. Sangat mungkin Maria memiliki minyak ini hasil pemberian dari orangtua-nya. Ia telah memberikan miliknya yang sangat berharga bagi Tuhannya. Ia telah memberikan yang terbaik. Bagaimana dengan kita? Sudahkah kita memberikan yang terbaik bagi Tuhan kita yang telah mati dan bangkit bagi kita, dalam hal waktu, tenaga, talenta, persembahan dan lain-lainnya?
Tetap melayani meski ada hambatan (ayat 4-6)
Tatkala Maria melakukan tindakan kasih bagi Tuhan, ada orang-orang yang mencela dan memarahinya. Mereka adalah Yudas Iskariot dan para rasul lainnya. Seringkali ada dua ekstrim yang biasa terjadi meresponi kiritkan atau celaan. Pertama, langsung mundur. Dan kedua, tidak menggubris sama sekali. Yang benar adalah seharusnya kita introspeksi diri saat ada celaan/kritikan. Apabila kita salah, kita harus berani memperbaiki diri, apabila kita benar, kita harus berani untuk terus melayani.
Memakai kesempatan yang tidak selalu ada (ayat 6, 7)
Tuhan Yesus mengingatkan murid-muridNya bahwa menolong orang miskin bisa kapan saja, tetapi kesempatan melakukan tindakan kasih bagi Tuhan Yesus yang akan segera disalibkan, tidak selalu ada. Maria memakai kesempatan melakukan tindakan kasih bagi Tuhan Yesus, karena pengenalannya akan Yesus. Jikalau kita memiliki relasi yang erat dengan Yesus, maka sudah seharusnya kita memakai kesempatan yang ada untuk melayaniNya.
Memberi yang terbaik (ayat 3, 5, 8)
Maria memberikan kepada Tuhan Yesus minyak Narwastu. Minyak ini bernilai lebih dari 300 dinar. Jika dikurs ke dollar Australia maka kira-kira sebesar $30,000. Sangat mungkin Maria memiliki minyak ini hasil pemberian dari orangtua-nya. Ia telah memberikan miliknya yang sangat berharga bagi Tuhannya. Ia telah memberikan yang terbaik. Bagaimana dengan kita? Sudahkah kita memberikan yang terbaik bagi Tuhan kita yang telah mati dan bangkit bagi kita, dalam hal waktu, tenaga, talenta, persembahan dan lain-lainnya?
Tetap melayani meski ada hambatan (ayat 4-6)
Tatkala Maria melakukan tindakan kasih bagi Tuhan, ada orang-orang yang mencela dan memarahinya. Mereka adalah Yudas Iskariot dan para rasul lainnya. Seringkali ada dua ekstrim yang biasa terjadi meresponi kiritkan atau celaan. Pertama, langsung mundur. Dan kedua, tidak menggubris sama sekali. Yang benar adalah seharusnya kita introspeksi diri saat ada celaan/kritikan. Apabila kita salah, kita harus berani memperbaiki diri, apabila kita benar, kita harus berani untuk terus melayani.
Memakai kesempatan yang tidak selalu ada (ayat 6, 7)
Tuhan Yesus mengingatkan murid-muridNya bahwa menolong orang miskin bisa kapan saja, tetapi kesempatan melakukan tindakan kasih bagi Tuhan Yesus yang akan segera disalibkan, tidak selalu ada. Maria memakai kesempatan melakukan tindakan kasih bagi Tuhan Yesus, karena pengenalannya akan Yesus. Jikalau kita memiliki relasi yang erat dengan Yesus, maka sudah seharusnya kita memakai kesempatan yang ada untuk melayaniNya.

0 komentar:
Posting Komentar